Jumat, 08 November 2013

Kualitas Pendidikan

Pendidikan Berbasis Masyarakat
  Apabila kita berbicara tentang pendidikan, tidak akan pernah lepas dari peran sebuah masyarakat. Perubahan dari masyarakat memberikan dampak yang cukup besar bagi proses pendidikan. Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang di dapat. Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan dimana diharapkan seseorang dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. Jika pendidikan adalah pengantar masa depan, maka sekolah seharusnya merupakan sebuah tempat pelatihan bagaimana ketidakpastian dan ketidakjelasan dapat disikapi secara sehat. Guru sebagai pemandu siswa kemasa depan, perlu memiliki kompetensi in-promptu untuk mengembangkan pengalaman belajar yang bermakna secara inovatif dan luwes. Apabila kelulusan siswanya ditentukan oleh Ujian Nasional bukanlah guru yang kompeten untuk mengembangkan kapasitas kreatif anak didik. Pada saat lingkungan kita semakin rusak,  dan kita semakin miskin, Negara-negara kreatif semakin kaya, lingkungan mereka semakin terpelihara, dan menjajah kita secara budaya.
Mengembangkan kapasitas kreatif dalam rangka membangun jati diri bangsa pada jenjang pendidikan tinggi, strategi pokoknya adalah menjadikan siswa sebagai pusat proses pembelajaran, serta diberi kesempatan untuk mengalami proses pembelajaran tuntas. Dengan koleksi perpustakaan dan akses internet yang terbatas, siswa tidak terdorong untuk melakukan proses pembelajaran yang lebih bersifat penguasaan proses inquiry, tapi lebih tertarik pada hasil proses yang telah disediakan. Siswa juga tidak terbiasa menjadi manajer belajarnya sendiri yang artinya siswa tidak tahu apa tujuan belajarnya, oleh karenanya tidak memiliki strategi menyelesaikan belajarnya. Sangat penting untuk mempersoalkan tujuan belajar agar siswa mulai menyadari tujuan, kendala, dan kebutuhan untuk rencana belajarnya. Supaya siswa di dorong untuk bertanggungjawab atas kesuksesan pendidikan mereka sendiri, serta memberi pengalaman bermakna pada kehadiran mereka di sekolah.

Daftar Pustaka :
Zainuddin Maliki, Bagong Suyanto, Daniel Mohammad Rosyid, Mendongkrak Kualitas Pendidikan Di Jawa Timur: Problem Dan Agenda Ke Depan, (Dewan Pakar Provinsi Jawa Timur, 2008), Hlm. 11.

17 komentar:

  1. pendidikan juga berperan dalam kehidupan bermasyarakat

    terimakasih buat pengetahuan baru nya

    BalasHapus
  2. isi artikelnya bisa dibuat referensi

    BalasHapus
  3. bagus isi artikelnya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Menarik sekali untuk dijadikan referensi sehari-hari, khususnya pendidikan di lingkungan masyarakat

    BalasHapus
  5. Pendidikan memang numero uno :-)

    BalasHapus
  6. good posting sobat, sangat membantu banget.
    keep share

    jangan lupa kunjungi juga blog saya karinatrirosanti.blogspot.com
    ^_^

    BalasHapus
  7. bagus artikelnya,, nambah ilmu banget,,
    ditunggu ya artikel slanjutnya,, :)

    BalasHapus
  8. bagus isi artikel tulisannya..lanjutkan menulis y

    BalasHapus
  9. wah bikin siswa makin bisa besosialisasi nie...siiiip deh

    BalasHapus
  10. innovation and creativity is a skill that must have student

    BalasHapus
  11. bagus mbk, memang pendidikan tidak bisa terlepas dari peran masyarakat

    BalasHapus
  12. mantap.... mari kita perbaiki kualitas pendidikan kita... dimulai dari kualitas diri kita...

    BalasHapus