Pendidikan
Berbasis Masyarakat
Apabila kita berbicara tentang pendidikan, tidak akan pernah lepas
dari peran sebuah masyarakat. Perubahan dari masyarakat memberikan dampak yang
cukup besar bagi proses pendidikan. Pendidikan adalah suatu
usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar
sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar,
makin tinggi pendidikan seseorang makin
mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang
akan cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari
media massa. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula
pengetahuan yang di dapat. Pengetahuan
sangat erat kaitannya dengan pendidikan dimana diharapkan seseorang dengan
pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya.
Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah tidak berarti
mutlak berpengetahuan rendah pula. Jika pendidikan adalah pengantar masa depan, maka sekolah seharusnya
merupakan sebuah tempat pelatihan bagaimana ketidakpastian dan ketidakjelasan dapat
disikapi secara sehat. Guru sebagai pemandu siswa kemasa depan, perlu memiliki kompetensi
in-promptu untuk mengembangkan pengalaman belajar yang bermakna secara inovatif
dan luwes. Apabila kelulusan siswanya ditentukan oleh Ujian Nasional bukanlah
guru yang kompeten untuk mengembangkan kapasitas kreatif anak didik. Pada saat lingkungan
kita semakin rusak, dan kita semakin miskin,
Negara-negara kreatif semakin kaya, lingkungan mereka semakin terpelihara, dan menjajah
kita secara budaya.
Mengembangkan kapasitas kreatif dalam
rangka membangun jati diri bangsa pada jenjang pendidikan tinggi, strategi pokoknya
adalah menjadikan siswa sebagai pusat proses pembelajaran, serta diberi
kesempatan untuk mengalami proses pembelajaran tuntas. Dengan koleksi perpustakaan
dan akses internet yang terbatas, siswa tidak terdorong untuk melakukan
proses pembelajaran yang lebih bersifat penguasaan proses inquiry, tapi lebih tertarik
pada hasil proses yang telah disediakan. Siswa juga tidak terbiasa menjadi manajer belajarnya sendiri yang artinya siswa tidak tahu apa tujuan belajarnya, oleh karenanya
tidak memiliki strategi menyelesaikan belajarnya. Sangat penting untuk mempersoalkan
tujuan belajar agar siswa mulai menyadari tujuan, kendala, dan kebutuhan untuk
rencana belajarnya. Supaya siswa di dorong untuk bertanggungjawab atas kesuksesan pendidikan mereka sendiri, serta memberi pengalaman bermakna pada kehadiran mereka di sekolah.
Daftar Pustaka :
Zainuddin Maliki, Bagong Suyanto, Daniel Mohammad Rosyid, Mendongkrak Kualitas Pendidikan Di Jawa Timur: Problem Dan Agenda Ke Depan, (Dewan Pakar Provinsi Jawa Timur, 2008), Hlm. 11.
Setuju...
BalasHapusisinya menarik
BalasHapuspendidikan juga berperan dalam kehidupan bermasyarakat
BalasHapusterimakasih buat pengetahuan baru nya
isi artikelnya bisa dibuat referensi
BalasHapusartikelnya bagus
BalasHapusbagus isi artikelnya, sangat bermanfaat
BalasHapussetuju
BalasHapusMenarik sekali untuk dijadikan referensi sehari-hari, khususnya pendidikan di lingkungan masyarakat
BalasHapusPendidikan memang numero uno :-)
BalasHapussemuanya makasih comentnya ;)
BalasHapusgood posting sobat, sangat membantu banget.
BalasHapuskeep share
jangan lupa kunjungi juga blog saya karinatrirosanti.blogspot.com
^_^
bagus artikelnya,, nambah ilmu banget,,
BalasHapusditunggu ya artikel slanjutnya,, :)
bagus isi artikel tulisannya..lanjutkan menulis y
BalasHapuswah bikin siswa makin bisa besosialisasi nie...siiiip deh
BalasHapusinnovation and creativity is a skill that must have student
BalasHapusbagus mbk, memang pendidikan tidak bisa terlepas dari peran masyarakat
BalasHapusmantap.... mari kita perbaiki kualitas pendidikan kita... dimulai dari kualitas diri kita...
BalasHapus